Sunday, November 13, 2011

Simpan Logikamu

segar
adalah aroma tanah setelah hujan
menari di pelataran
diantara katak yang menari dan cicit tikus di selokan.

ada Tuhan disini, sedang menyapa
dalam ketiadaan di depan mata
dibalik gelap di rerumputan

sedang tersenyum 
melihat kecebong yang berenang di genangan
melihat semut menyusun sarang yang kebanjiran


hujan sudah berhenti
mari temani bumi
temani aku menemui sajak - sajak dalam bait yang baru lahir
temani para laron yang mengerubungi lampu jalan
ada Tuhan disini

Dia tersenyum
perlahan membelai mawar basah di taman yang sedang berterima kasih
merapikan lumut di tembok - tembok yang tak terurus
memberi makan nyamuk dengan darah - darah kita

hentikan dulu otakmu yang tuli
biarkan hatimu menyentuh basah dedaunan di halaman
biarkan paru - parunya menghirup hawa malam 
raba basahnya tanah 
rasakan cacing - cacing yang menggeliat girang


lihatlah langit yang menyisakan mendung itu 
mengistirahatkan bintangnya malam ini
maka tanggalkan dulu segala yang kau kejar itu

tidakkah begitu indah
Tuhan mengisi bayangan istri di hati para suami 
yang kini sedang meluncur pulang di jalan raya ?

tidakkah begitu menakjubkan
bagaimana Tuhan menuliskan rindu di hati para kekasih 
yang terpisah jarak dalam dingin malam ini ?

seorang ibu sedang menyusui bayinya 
ditengah badai salju di sudut dunia sana 
dimana Tuhan menambahkan hangat 
di lilin kamar untuk mereka berdua


seorang anak memeluk salib kecil di dadanya
berharap Ayahnya pulang dan memenangkan perang
memenuhi janji menemaninya menyelesaikan rumah pohon di halaman belakang 
ada Tuhan disana, terhanyut dalam harap sang anak 
mengantarkan mainan dan meletakkannya di depan
 perapian untuk menghibur hati kecilnya yang sedang ngilu

di Masjid yang sepi di sebuah perkampungan
Seorang kakek sedang bersujud khidmat
 mendoakan kesehatan cucu - cucunya
ada Tuhan disana 
duduk di belakang
mengusap punggung lelah sang kakek tua
merapikan rambut tipisnya yang penuh uban
dan mengantarkan doa - doa itu
satu - persatu menuju riang cucu - cucunya yang sedang bermain

di keheningan malam hari
setelah hujan
Tuhan 
melelapkan hati dan kebencian dalam nyenyak yang damai
dalam ketidak-tampakkan
maka simpanlah dulu logikamu
di kantong baju



2 comments:

  1. di tengah hentakan lagu-lagu yang mengalun dari headset
    seorang gadis terpekur di depan laptop
    berjam-jam untuk menata masa depan dalam rangkaian kata ilmiah
    ada tuhan di sana
    menepuk pundak sambil berbisik pelan
    "jangan berhenti berpikir, selesaikan skripsimu nak"
    iya
    ada tuhan di sana
    dan ada dosen di pagi harinya


    -balada mahasiswi tingkat akhir yang bercita-cita jadi istri direktur KAI karena iming-iming gratis naek kereta seumur hidup-

    ReplyDelete
  2. membaca barisan tulisanmu selalu membuatku kagum dan tersenyum, terdengar manis :)

    ReplyDelete