segar
adalah aroma tanah setelah hujan
menari di pelataran
diantara katak yang menari dan cicit tikus di selokan.
ada Tuhan disini, sedang menyapa
dalam ketiadaan di depan mata
dibalik gelap di rerumputan
sedang tersenyum
melihat kecebong yang berenang di genangan
melihat semut menyusun sarang yang kebanjiran
hujan sudah berhenti
mari temani bumi
temani aku menemui sajak - sajak dalam bait yang baru lahir
temani para laron yang mengerubungi lampu jalan
ada Tuhan disini
Dia tersenyum
perlahan membelai mawar basah di taman yang sedang berterima kasih
merapikan lumut di tembok - tembok yang tak terurus
memberi makan nyamuk dengan darah - darah kita
hentikan dulu otakmu yang tuli
biarkan hatimu menyentuh basah dedaunan di halaman
biarkan paru - parunya menghirup hawa malam
raba basahnya tanah
rasakan cacing - cacing yang menggeliat girang
lihatlah langit yang menyisakan mendung itu
mengistirahatkan bintangnya malam ini
maka tanggalkan dulu segala yang kau kejar itu
tidakkah begitu indah
Tuhan mengisi bayangan istri di hati para suami
yang kini sedang meluncur pulang di jalan raya ?
tidakkah begitu menakjubkan
bagaimana Tuhan menuliskan rindu di hati para kekasih
yang terpisah jarak dalam dingin malam ini ?
seorang ibu sedang menyusui bayinya
ditengah badai salju di sudut dunia sana
dimana Tuhan menambahkan hangat
di lilin kamar untuk mereka berdua
seorang anak memeluk salib kecil di dadanya
berharap Ayahnya pulang dan memenangkan perang
memenuhi janji menemaninya menyelesaikan rumah pohon di halaman belakang
ada Tuhan disana, terhanyut dalam harap sang anak
mengantarkan mainan dan meletakkannya di depan
perapian untuk menghibur hati kecilnya yang sedang ngilu
di Masjid yang sepi di sebuah perkampungan
Seorang kakek sedang bersujud khidmat
mendoakan kesehatan cucu - cucunya
ada Tuhan disana
duduk di belakang
mengusap punggung lelah sang kakek tua
merapikan rambut tipisnya yang penuh uban
dan mengantarkan doa - doa itu
satu - persatu menuju riang cucu - cucunya yang sedang bermain
di keheningan malam hari
setelah hujan
Tuhan
melelapkan hati dan kebencian dalam nyenyak yang damai
dalam ketidak-tampakkan
maka simpanlah dulu logikamu
di kantong baju
di tengah hentakan lagu-lagu yang mengalun dari headset
ReplyDeleteseorang gadis terpekur di depan laptop
berjam-jam untuk menata masa depan dalam rangkaian kata ilmiah
ada tuhan di sana
menepuk pundak sambil berbisik pelan
"jangan berhenti berpikir, selesaikan skripsimu nak"
iya
ada tuhan di sana
dan ada dosen di pagi harinya
-balada mahasiswi tingkat akhir yang bercita-cita jadi istri direktur KAI karena iming-iming gratis naek kereta seumur hidup-
membaca barisan tulisanmu selalu membuatku kagum dan tersenyum, terdengar manis :)
ReplyDelete