Malam ini gerimis kembali turun, tidak terlalu deras karena memang cuma gerimis. Tapi sebenarnya aku berharap awan sedang gamang dan kembali mengeluarkan banyak titik titik air untuk menghujam bumi. Jujur aja deh, pasti kita didalam kehidupan sehari-hari seringkali merasa penat akan hal-hal yang mungkin '

Life is about trusting our feelings and taking chances,
losing and finding happiness,
appreciating the memories
and learning from the past.
Rintik hujan ini seolah tertawa,
menghardik hati yang berusaha sekuat tenaga menanti.
Tak pernah mencoba ku hitung berapa rintik yang menertawaiku.
Seratus? Seribu?
atau bahkan tak terhitung?
Entahlah. . . .
Aku coba tak menghirau demi kau di timur sana.
Kini kau bergumam dengan duniamu.
Berirama dengan dawai jalanmu.
Aku coba mengerti tapi apa salah setitik cinta merindu.
Hatilah yang mencipta damai,
seperti titik nadir penciptaan semesta.
Serupa aku dulu,
termenung dalam satu ruang hampa.
Sebelum akhirnya kutemukan jawaban pencarian itu diujung senja.
"kau hanya kosong tanpa aku"kata awan pada langit
"lupakah?tanpa aku kau tak berarti apa-apa" ujar langit merendah
"....."sunyi senyap
Sapa lembut angin senja menyapuh hatinya yg di peluk rindu.
Rindu yg teramat dalam.
Ada tabir dibalik selaksa pilar hati yg tak nampak.
Hatinya yg tak kunjung bangkit dari serpihan.
"seperti apa rasanya mati" gumam awan di hempas ragu.
"mati,itu hampa Jika sekarang kau menginginkannya" jawab langit searah hati.
"hampa seperti apa!" teriak awan melepas angkara.
"seperti bintang kala malam dan aku" langit hanya tersenyum lalu diam.
"ya? bintang kala malam awal November yang tak nampak dan aku bayangan tak berpijak." ujar langit lirih.

yulia = "have fun" and "strive to be happy" :))
ReplyDelete