Jika mencintai adalah kejujuran hati,
jangan biarkan itu menjadi mati.
Karena cinta bukan untuk dimengerti,
tapi untuk membuat kita berarti.
Jika mencintai adalah ketulusan rasa,
jangan ada yang memaksa,
atau mencoba pupuskan asa,
dan akhirnya kita tak lagi bisa merasa.
Cinta bukan masalah kriteria.
Cinta adalah tentang bagaimana kita mengalami,
baik di saat yang sulit ataupun senang.
Ketika kita bisa menghabiskan waktu bersama dan berbagi tentang hidup dan rasa,
tanpa merasa terbeban atau sebuah kewajiban.
Semua kenyamanan itu yang tak bisa dibeli
dengan materi, status sosial maupun agama.
Cinta itu hanya kita yang tau dan rasa.
Berpura atau memendam hanya membuat kita kehilangan
kesempatan untuk mengalami apa rasanya mencintai dan dicintai,
apa rasanya menjadi penting dan berarti untuk seseorang.
Karena mungkin itu kasih tertulus yang pernah kamu dapatkan.
Jangan menyangkal untuk terus berpura setuju pada keadaan.
Karena yang paling mengerti kamu hanya hatimu.
Tuhan yang menciptakan aku, kau, dia, mereka, dan semua yang ada di dunia ini.
Yang bisa kau lihat,
dan bahkan yang kau tak punya daya melihatnya secara kasat mata.
Termasuk secuil rasa yang belum sempurna itu,
yang tak bisa kau lihat dengan kedua matamu.
Tapi kau mampu melihatnya dengan mata hatimu,
dengan nuranimu yang tak mungkin membohongi.
Maka telitilah semua rasa yang kau rasakan kemarin,
hari ini dan seterusnya.
Karena kau akan temukan miliaran makna,
yang ingin dijelaskan Tuhan dengan cara yang berbeda.
Karena percayalah Tuhan punya caranya sendiri,
yang akan menakjubkanmu.
No comments:
Post a Comment