Embun di lembar daun bunga pun tak sebening hitam bola mata yang menatap dengan penuh asa.
Aku jatuh cinta pada mereka yang masih menemaniku hingga saat ini…
Kepada enam jagoanku yang meskipun lelah mereka masih bisa tersenyum.
Kunggap takdir berbicara mempertemukan ku yang haus kehalusan budi dengan kalian jagoan pemilik ttekad baja..
Kubawa seikat semangat dan langit pun mengizinkan ku lepas kerinduan dan tak membiarkan ku diselimuti kabut keraguan.
Air mengalir dari lautan semangat begitu deras seperti gerimis yang melegakan dahaga di tengah kegersangan jiwa.
Kuukir nama ku dan nama kalian di pilar kayu.
Tanpa kusadari, rapuh.
Perlahan bumi mulai tak bersahabat dengan membiarkan tanah melepas pegangan nya pada pilar yang kita bangun bersama. Sendirian aku coba menanam lebih dalam dan bertahan dari badai yang tak pernah diam. Seribu pikir terlintas gamang, dimana aku mesti berpegang ?
Kutancapkan kuat tombak di pilar kayu untuk sekedar menahan dari jatuh nya dan membiarkanku beristirahat, Kutancapkan diatas nama kalian. Sedetik kemudian ku diam dalam keheningan dan tersadar awan gelap begitu kelam membentang di depan.
Hujan pun turun. Kulihat kalian bersedih dan lelah …
Kini, meski pilar kayu berusaha kutanam lebih dalam lagi dan kucabut tombak yang menjadi penyangga nya, bekas lubang diatas nama kalian takkan pernah hilang. Membekas dan akan terus ada seiring semangat kalian yang tak pernah padam dan aku akan merindukan waktu bersama kalian …
Sepotong Cinta menguap menjadi butir – butir cinta di tengah telaga. Menyatu bersama air dan tak terlihat lagi.
![]() |
| Apapun yang terjadi mereka adalah jagoanku. |
Pengen nangis soalnya ini udah menjelang akhir waktuku bersama mereka.
Mereka yang menjadi salah satu dari yang terbaik.
Ya Allah, semoga engkau memberikan mereka kekuatan untuk memberikan sesuatu yang lebih baik dari apa yang telah kuberikan selama ini.
-every hello will meet goodbye-

No comments:
Post a Comment