Sinarmu tajam, tapi sayang membawa lirih
Senyummu indah bila kulihat, tapi sayang buat kepedihan
Tidak, tak terluka, tak bersedih..
Hanya pedih.....
Aku tulis gerimis di alis matamu yang sabar
Aku genggam semua, sampai semua hilang, terhenyak..
Biarkan hujan menyuguhkan segar,
Biarkan harap gantikan kau terhampar
Sampai, langit mencibir tanda mendung tetap setia pada hatimu yang terbengkalai
Dapatkah kau lihat, butir-butir hujan..
Mendekati, menghujat, menyentuh..
Pekat, menggores kehampaanmu seiring kau berlari, merindu..
Karena kita perindu,
adakah yang lebih nyata dibanding itu?
Mungkin kau lebih dari sekedar gerimis,tapi wajahmu, selalu tertunduk dalam senja.hanya karena, menunggu purnama.
No comments:
Post a Comment